Saat ini saya sedang mendengarkan sebuah lagu dari Manic Street Preachers, judulnya If You Tolerate This Your Children Will Be Next.
Sebuah lagu yang pertama kali saya dengar di tahun 1998 atau 1999. Jujur saja saya waktu itu tidak mengetahui formasi band ini, atau bagaimana cerita dibalik menghilangnya salah satu anggota bandnya yang raib hingga saat ini. Hanya deskripsi yang kadang diberikan oleh announcer radio di kotaku saat itu bahwa lagu ini diambil dari album kelima mereka dengan judul This is My Truth Tell Me Yours.
Judul album yang lumayan menjadi semacam trigger ketertarikan saya akan band ini. Selain lagu diatas ada juga lagu the everlasting yang sangat saya suka dan dinyanyikan oleh band yang sama.
Tenang kawan, saya tidak menceritakan betapa fanatik saya akan band ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa terkadang saya menyukai lagu-lagu yang bahkan secara lyric saya belum bisa cerna kata per kata tapi sudah bersarang di hati saya.
Dua lagu dari band lawas Pearl Jam yang saya dengar kemudian, judulnya Soldier of Love dan Last Kiss. Hadir di periode yang hampir sama sekitar tahun sekitar tahun 1999-an menuju tahun 2000. Entah mengapa dua lagu ini seperti lagu kebangsaan yang kapan pun diputar saya akan khidmad mendengarkan atau berteriak kencang bernyanyi bersama dengan suara saya yang fals sekadarnya.
Lagu lain yang saya dengar di playlist malam ini, Hazard dari Richard Marx. Ada perasaan mistis yang saya rasakan dilagu ini, cerita tentang meninggalnya Mary di lagu ini, menjadi suatu hal yang sangat lancar tersampaikan oleh Richard Marx, bahkan ketika ia berteriak menyatakan bahwa “ I think about my life gone by and how it’s done me wrong. There’s no escape for me this time, all of my rescues are gone.
Mau ketemu orang yang menjual dunia? saya baru saja mendengar lagu tentang itu, Nirvana yang menyanyikan lagu the man who sold the world, sebuah lagu yang lagi lagi tak bisa saya lepaskan dalam ingatan bahwa lagu ini pertama kali saya dengar melalui album unplugged mereka. Band yang pada masa SMA sangat saya gemari. Saya juga suka dengar lagu teritorial pissing dari band yang sama.
Mungkin lagu selanjutnya agak jarang di dengar oleh teman-teman, kali ini saya sedang mendengarkan lagu Built To Last dari Melee. Lagi lagi lagu yang saya tidak begitu mengerti lyricnya. Lagu ini mampu membuat saya masuk ke dimensi khayal. Saya membayangkan bahwa saya sedang berada di awan. Lagu ini wajib masuk dalam playlist apabila sedang bepergian atau dalam perjalanan jarak jauh.
Lagu terakhir yang akan menutup tulisan saya yaitu Absolutely Zero, dari Jason Mraz, entah mengapa saya akan sangat mellow sesaat dan setelah mendengarkan lagu ini. Lagu yang bercerita tentang terjebak dalam situasi friend zone. Bagian lyric yang sangat mengena di hati saya yaitu saat Jason Mraz. If it’s for sale what is your offer, I’ll Sell it for no less then what i bought it for. Pay no more than absolutely zero.
Akhirnya selesai juga di jam 10 malam, dua jam menjelang batas dateline ngumpul setoran day 5.
Sayonara.

No comments:
Post a Comment