Berdua kami bagaikan pasangan tak terpisahkan, ia akan selalu membawa power bank, charger hanya agar ia tak terpisah denganku. Ia tak ingin aku dalam kondisi sekarat di saat batereku melemah. Dalam aplikasiku, berbagai permainan telah dia install agar bisa menemaninya ketika serangan bosan mulai datang. Memang kadang aku dalam terserang demam yang tinggi ketika berbagai aplikasi terpasang dan dimainkan secara berbarengan.
Namun tadi malam, sesuatu menyeramkan terjadi dalam deraian hujan, majikanku lupa bahwa aku terbuka lebar kemudian tergenang dalam air. Yang terjadi kemudian aku pun terbaring dalam keadaan koma. Berbagai langkah pencegahan atas rusaknya diriku telah ia lakukan, mulai dari proses pengeringan, pemisahan batere, hingga mendiamkan aku beberapa lama. Tapi air hujan tadi malam telah merusak sirkuit yang menghubungkan ku dengan layar, sehinga walaupun secara tekhnis aku baik baik saja, tapi ketika aku tak terlihat bagi majikanku, maka aku tiada berguna baginya.
Majikanku, kini terlihat lesu dan lumpuh layu, ia berada dalam kondisi mati gaya, meninggalkan aku yang kini berada di sebuah di bagian ICU di servis handphone langganannya. Aku sebenarnya tak ingin berakhir sama dengan pendahuluku yang teronggok tak berdaya dikarenakan majikanku berkeberatan dengan biaya servis yang hampir sebanding dengan harga baru.
Lima hari berlalu, aku masih saja menunggu majikanku untuk menjemputku. Dua minggu kemudian aku masih saja menunggu majikanku untuk menjemputku, mungkin saja karena ia belum gajian aku fikir.
Dan kini aku pun berada di sebuah etalase berjejer bersama beberapa teman senasib yang setelah mendapat perawatan dijajakan untuk mendapatkan majikan baru.

No comments:
Post a Comment