#30hari menulis, Hari 27, Sahabat
Tulisan ini teruntuk sahabat, yang aku ketahui
tidak satu.
Kepada sahabat yang telah mengenalku dan sebagaimana
ia menjadi saudaraku seperti aku menjadi saudara baginya.
Memang jalan hidup dan pemikiran kita berbeda,
tapi saat berjumpa hanya sahabatlah yang lupa akan waktu, yang tak peduli pada
masa lalu, yang tak ingat bahwa sekarang kita berbicara di masa yang baru.
Kita bisa saja berjuluk Abbot & Costello,
juga bisa bagaikan Bart Simpsons & Millhouse Van Houten, Atau Homer dengan
Carl dan Lenny.
Kita bisa saja seperti Mulder dan Scully, atau Leonard
Hoftstadter dan Sheldon Cooper.
Entah apapun itu namanya
Sahabat adalah keluarga pertama yang berada di
luar garis darah.
Ya, Cuma sahabat yang ada di saat sedih atau
suka,
Sahabat yang takkan lupa akan kenikmatan bersenda
gurau seperti dahulu kala,
Sahabat pula yang setelah bertahun tahun tak
berjumpa cita rasanya tak berubah.
Walau berbagai kenyataan hidup yang akhirnya
membuat kita berpisah, kita tetap sahabat
Takkan berani aku membuat daftar
sahabatku, karena daftarnya mungkin tak terlalu panjang.
Tapi ketahuilah sahabatku, semua masa
yang pernah kita habiskan bersama takkan pernah aku sesali seumur hidupku.
Lelucon lucu yang masih hangat
bagaikan baru terjadi 15 belas menit yang lalu,
Kita mungkin lupa itu sudah terjadi
15 tahun yang lalu.
Semoga 15 tahun kedepan, kita
bercanda seperti malam malam sebelumnya.
Tentu saja, jika sudah waktunya, aku
akan berkenan datang ke makammu seperti engkau akan hadir di makamku.
Disitulah sahabat akhirnya tak lekang
waktu.

No comments:
Post a Comment