Powered By Blogger

Tuesday, June 23, 2015

#30 Hari menulis : Hari 23 : Word Processor

Saya ingat bertahun tahun berlalu ketika saya sering kali ditugaskan oleh sekolah dalam menulis sebuah 'paper'. Saya yang memang sejak sekolah hingga kuliah terkenal sebagai  siswa/mahasiswa yang tulisan tangannya walaupun tidak jelek, namun sulit terbaca. Sehingga melalui penyataan satu dosen bahwa saya termasuk lima besar dari 90 mahasiswa yang tulisan tangannya susah terbaca. Sekali lagi susah terbaca. Baik cara saya merangkai tulisan dan juga cara saya menuliskan kalimat yang seakan akan membuat si pembaca harus mengisi/menerka kata yang tidak terbaca di dalam sebuah kalimat.

Saya mempelajari ‘word processor’ awalnya melalui mesin ketik. Saya belajar mengenai spasi, header footer, tanda baca, judul dan lain lain. Dengan mesin ketik saya juga belajar mempergunakan tipe-ex yang berguna untuk menambal tulisan di kertas saat itu. Memang saya tidak sempat mengikuti kursus sepuluh jari pada masanya. Saya hanya memanfaatkan mesin ketik yang dulu dibeli ayah saya di akhir tahun 1980an. Saya ingat bagaimana dulu seringnya membolak balik kertas untuk latihan menulis di mesin ketik, sekedar melemaskan jari jari biar tidak salah ketik.

Memasuki akhir tahun 1990an, saya yang dimasa SMA mempelajari program Wordstar 97, mempelajari beberapa trik dalam membuat tulisan. Beberapa fungsi Ctrl dan Alt sangat membantu dalam memudahkan pekerjaan menulis yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh mesin ketik. Tentu saja hilang sudah fungsi tipe-ex melalui program komputer ini. Di masa ini mungkin pernah saya singgung, bahwa dulu saya beserta seorang teman pernah membukukan kumpulan lirik-lirik lagu baik berbahasa Indonesia maupun lirik lirik lagu mancanegara. Di masanya kami kadang meminjam cover kaset dan CD dari teman hanya untuk memfotokopy lirik lagu yang kemudian kami input ke file lagu. Atau juga merekam melalui ‘kaset kosong’ beberapa lagu baru yang kemudian di dengarkan ulang hanya untuk mencatat lirik lagu tersebut. Ketika itu internet masih jarang dan mungkin belum masuk jaringannya ke kotaku.

Di awal tahun 2000, ketika program word processor mengalami perbaikan di berbagai sisi yang memudahkan penggunanya. Saya mengalami masa ini, ketika warung rental komputer mewabah di kampus kampus. Yang dimana beberapa dosen kadang menugaskan mahasiswanya untuk membuat paper dan tugas melalui program ini. Memang ada peningkatan kualitas dan fungsi-fungsi yang sebelumnya dari Wordstar ke Microsoft Word.

Melalui program ini pula dulu saya punya kegiatan sampingan, sebagai tukang ketik. Baik membantu tetangga membuat undangan, anak anak sekolah membuat tugas sekolah, hingga beberapa teman yang diminta untuk mengetik ulang skripsi yang telah dicoret-coret oleh dosen pembimbing. Alah bisa karena biasa.

Saya yakin bahwa dengan adanya perbaikan di berbagai sisi program ini, banyak sekali user yang mendapatkan kemudahan, baik itu novelis, cerpenis atau bahkan staf presiden yang bertugas untuk membuat pidato kenegaraan. Melalui program word processor pula, ‘penghematan’ kertas bisa dilakukan.



No comments:

Post a Comment