Saya ingat bertahun
tahun berlalu ketika saya sering kali ditugaskan oleh sekolah dalam menulis
sebuah 'paper'. Saya yang memang sejak sekolah hingga kuliah terkenal sebagai
siswa/mahasiswa yang tulisan tangannya
walaupun tidak jelek, namun sulit terbaca. Sehingga melalui penyataan satu
dosen bahwa saya termasuk lima besar dari 90 mahasiswa yang tulisan tangannya
susah terbaca. Sekali lagi susah terbaca. Baik cara saya merangkai tulisan dan
juga cara saya menuliskan kalimat yang seakan akan membuat si pembaca harus
mengisi/menerka kata yang tidak terbaca di dalam sebuah kalimat.
Saya mempelajari ‘word
processor’ awalnya melalui mesin ketik. Saya belajar mengenai spasi, header
footer, tanda baca, judul dan lain lain. Dengan mesin ketik saya juga belajar mempergunakan
tipe-ex yang berguna untuk menambal tulisan di kertas saat itu. Memang saya
tidak sempat mengikuti kursus sepuluh jari pada masanya. Saya hanya
memanfaatkan mesin ketik yang dulu dibeli ayah saya di akhir tahun 1980an. Saya
ingat bagaimana dulu seringnya membolak balik kertas untuk latihan menulis di
mesin ketik, sekedar melemaskan jari jari biar tidak salah ketik.
Memasuki akhir tahun 1990an,
saya yang dimasa SMA mempelajari program Wordstar 97, mempelajari beberapa trik
dalam membuat tulisan. Beberapa fungsi Ctrl dan Alt sangat membantu dalam
memudahkan pekerjaan menulis yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh mesin
ketik. Tentu saja hilang sudah fungsi tipe-ex melalui program komputer ini. Di masa
ini mungkin pernah saya singgung, bahwa dulu saya beserta seorang teman pernah
membukukan kumpulan lirik-lirik lagu baik berbahasa Indonesia maupun lirik
lirik lagu mancanegara. Di masanya kami kadang meminjam cover kaset dan CD dari
teman hanya untuk memfotokopy lirik lagu yang kemudian kami input ke file lagu.
Atau juga merekam melalui ‘kaset kosong’ beberapa lagu baru yang kemudian di
dengarkan ulang hanya untuk mencatat lirik lagu tersebut. Ketika itu internet
masih jarang dan mungkin belum masuk jaringannya ke kotaku.
Di awal tahun 2000,
ketika program word processor mengalami perbaikan di berbagai sisi yang
memudahkan penggunanya. Saya mengalami masa ini, ketika warung rental komputer
mewabah di kampus kampus. Yang dimana beberapa dosen kadang menugaskan
mahasiswanya untuk membuat paper dan tugas melalui program ini. Memang ada
peningkatan kualitas dan fungsi-fungsi yang sebelumnya dari Wordstar ke
Microsoft Word.
Melalui program ini pula
dulu saya punya kegiatan sampingan, sebagai tukang ketik. Baik membantu tetangga
membuat undangan, anak anak sekolah membuat tugas sekolah, hingga beberapa
teman yang diminta untuk mengetik ulang skripsi yang telah dicoret-coret oleh
dosen pembimbing. Alah bisa karena biasa.
Saya yakin bahwa dengan
adanya perbaikan di berbagai sisi program ini, banyak sekali user yang mendapatkan
kemudahan, baik itu novelis, cerpenis atau bahkan staf presiden yang bertugas untuk
membuat pidato kenegaraan. Melalui program word processor pula, ‘penghematan’
kertas bisa dilakukan.

No comments:
Post a Comment