(Kenangan terentang//Bagai lukisan terpanjang
Tak pernah bertepi//Selalu ada dan menggoda
Bagai berbuah//Di relung hati
Aku rindu Ibu//Wibawa Ayah dan suasana yang ada
Yang pernah singgah//Terbayang-bayang perhatikan kamarku
Mulai dari sepatu bola bututku//Gambar mantan pacar yang tak jemu-jemu
Memandang kosong ruangan yang dulu
Pernah bercerita cinta yang membara//Seru-serunya
Kita lupa...kita buta... //Kita hampir saja
Aku rindu Ibu//Wibawa Ayah dan suasana yang ada
Yang pernah singgah//
Kalau kamu punya niat pulang//Kamu harus banyak membawa uang
Biar Ayah senang//Ibu bayar hutang
Mertua datang segera meminang//He....iye...he...iye...he..
Kalau kamu ingin ikut denganku//Kamu harus mandi dulu
Biar badan kamu tak menjadi bau//Dan aku tak malu dengan teman lamaku)
Menjelang mudik lebaran, lagu ini mengingatkan akan kampung halaman. Lagu sederhana dari seorang fans Iwan fals, mungkin lagu ini jawaban dari lagu iwan fals yang berjudul rindu tebal.
Mengapa lagu ini yang menggambarkan perasaan saya, karena saya rindu akan rumah yang telah hampir delapan tahun sudah saya tinggalkan. Silahkan dengar mp3nya, atau album kasetnya untuk merasakan ‘feel’ dari lagu ini. Bagi saya lagu ini juga mengingatkan saya dengan kang dik, dengan segala prinsip hidupnya, memulai kandang jurang doang, dan usaha sosial lainnya. Tanpa infotainment dan segala hiruk pikuk dunia selebritas.
Salut buat kang dik dengan konsep sekolah alamnya.

No comments:
Post a Comment