Powered By Blogger

Monday, June 22, 2015

#30harimenulis, Hari 15 : Bebas ke-3 kali

Waktu sudah menunjukkan hampir jam sepuluh malam, seseorang baru saja menghapus lagi beberapa paragraf ide yang sebelumnya muncul dalam benaknya. 
Dengan cepat ia menekan Control A + Del + Enter.
Layar pun kembali putih. Tanpa judul, tanpa tema bahkan tanpa tulisan.

Beberapa saat kemudian ia mengumpulkan beberapa lagu yang akan ia masukkan dalam playlist malam ini, terdengarlah lagu Third Eye Blind, Deep Inside of You.
Ia pun keluar dari kamarnya menuju dapur. Merobek sachet kopi yang akan menemaninya merumuskan apa yang sudah menjadi komitmennya malam ini.
Pecahan es batu telah ia lepaskan dari bracketnya. Secangkir cappucino dingin pun siap menemaninya kembali ke layar komputer yang masih putih.

How It’s going to Be dari band yang sama mengalun selanjutnya. Sebuah lagu yang mengingatkannya akan sebuah film di tahun 1999 menuju tahun 2000 yang berjudul Can’t Hardly Wait. 
Ketika Jennifer Love Hewitt bukan seseorang yang bisa melihat hantu di Ghost Whisperer. 
Jennifer Love Hewitt berperan sebagai gadis pujaan yang sangat diinginkan oleh seorang kutu buku menjelang kelulusan sekolah. 
Kurang begitulah inti dari film itu. 
Can’t Hardly Wait mungkin satu genre kala itu dengan 10 Things I Hate About You, teen romantic comedy.  
Ketika Freddie Prince Jr lah yang jadi cowok pujaan kala itu. Heath Ledger sedang menapak karir atau bahkan Reese Weatherspoon sedang dalam masa berbinarnya di Film Legally Blond. 
Julia Stiles dan Neve Campbell juga dengan sangat indahnya menjadi Pin Up majalah remaja. 
Justin Long pun sedang lucu lucu saat membintangi Jeepers Creepers.

Sebuah bagian memori yang sebenarnya ia ingin bagi dengan pembacanya. 
Tetap saja ia tak menemukan tema yang pas ia tuliskan malam ini. 

Dan kemudian terdengarlah lagu lain dari playlist yang ia putar malam ini, That’s Why You Go Away dari Michael Learns To Rock.
Sebuah lagu melankolis yang mewarnai cinta pertamanya, seakan lagu I Swear dari All For One telah di tumbangkan dalam kategori list lagu romantis yang ia punyai. Ia ingat ketika itu, ia suka sekali akan lagu ini, bahkan dengan sangat rela untuk antri meminjam kasetnya dari seorang teman hanya untuk mencatat lirik dan menghapal lagunya. Lagu itu pula yang mewarnai cinta monyetnya bangku SMP.  Sunggu kini ia hanya tersenyum simpul saat mengetahui arti lagu itu sebenarnya dengan perasaan kasmaran yang ia punya. Apakah sebuah video klip telah menipu persepsinya dalam menikmati sebuah lagu.

Lagu yang ia dengar kemudian yaitu My Friends dari Red Hot Chilli Peppers akhirnya menutup tulisannya kali ini. 

“I Love all of You, Hurt by the cold”
“So hard and lonely too, when you don’t know yourself”

No comments:

Post a Comment