Sebelumnya saya membaca tetralogi laskar pelangi, andrea hirata dengan urutan 2-3-1-4.
seperti sebuah formasi sepakbola yang sangat ampuh jika dalam urutan terbalik.
perkenalan saya dengan sang penulis pun melalui novel kedua ini. memang ada sesuatu yang menarik hati saya setelah membaca novel ini.
Sang Pemimpi, begitu judulnya, disini Andrea Hirata bercerita tentang kehidupannya di Belitong pada masa SMA dan sekelumit perjuangannya untuk kuliah ke Jakarta.
Saya yakin tanpa harus menceritakan lebih lanjut, bahwa buku ini pasti sudah beredar di perpustakaan perpustakaan di kota kita semua.
Saya yakin tetralogi buku ini merupakan salah satu pilihan kado bagi saudara saudara kita yang sedang galau dalam menentukan cita cita dan arah hidup.
Cara Andrea Hirata bertutur di Sang Pemimpi sangat lugas bahkan terkesan sangat cair. baik lelucon ala kampung di belitong, atau bahkan cerita sang tokoh yang pergi ke jakarta dan berjualan alat alat kebutuhan rumah tangga. memang cara bertutur sang novelis sangat dipengaruhi oleh novelis novelis andal yang ada di luar negeri. Dengan sudut pandang tokoh pertama yang sangat kental tersirat dan tersurat diceritakan di novel ini.
Bagi saya, seperti yang saya ceritakan diatas, bahwa novel ini mampu membangkitkan gairah untuk menulis, bercita cita dan menggapai mimpi.
saya masih ingat dalam sebuah quote di novel ini yang mengatakan bahwa bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpimu.
Ost Sang Pemimpi yang dinyanyikan oleh GIGI juga mempunyai spirit yang sama.
Palembang, 20-06-2015
*) Ikutan nulis, telat lagi, berjuang lagi demi komitmen.

No comments:
Post a Comment