Powered By Blogger

Monday, June 22, 2015

30 hari menulis, Hari 22 : Antar Bierhoff, Fran Healy dan Robin Williams


Untuk perihal pesohor yang menginspirasi saya, jujur saja saya temasuk yang mudah berganti dan semacam omnivora, penikmati semuanya. Tapi untuk pesohor yang saya idolakan dan menginspirasi saya, harusnya tak lekang oleh waktu.

1. Di Dunia persepakbolaan saya mengidolai Oliver Bierhoff, pencetak golden goal pertama di turnamen Euro 1996 di Inggris, kala Jerman mengalahkan Republik Ceko 2-1 di Final. Oliver Bierhoff sendiri terkenal melalui gol heading yang menjadi ciri khasnya dalam mencetak gol. Bierhoff merupakan tipikal striker nomor 10. Yang lebih bertugas sebagai finisher, penuntas serangan.

Melalui Oliver Bierhoff juga saya menyukai sebuh klub sepakbola asal Italia, Udinese, yang kala itu dilatih oleh Alberto Zaccheroni dengan  formula 3-4-3 yang kala itu sangat sulit ditemukan di Italia. Bahkan menurut para hooligans di Inggris, lebih mudah untuk berganti pacar daripada berganti klub favorit. Udinese selalu dihati

Untuk perkembangan terkini yang saya ikuti dari Oliver Bierhoff, bahwa dia menjabat Manajer Timnas Senior Jerman sejak tahun 2006 dan ikut berperan dalam kesuksesan Jerman dalam lima turnamen besar sekelas Piala Dunia ataupun Piala Eropa. Rekornya sendiri dua kali Juara ke-3 Piala Dunia 2006, 2010 dan menjuarai Piala Dunia 2014. Runner Up Di Euro 2008, Semifinalis di Euro 2012.

2. Untuk Dunia musik, saya jujur saja banyak menggemari vokalis band, baik dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan menurut beberapa teman saya, saya dulu dijuluki Billie Joe Armstrong. Entah Mengapa. Secara pengaruh musik, saya menyukai genre Britpop yang menjamur di pertengahan tahun 1990an. Saya menyukai Oasis, Rialto, Embrace, Travis, Coldplay diawal tahun 2000. Namun untuk vocalis saya menggemari warna suara dari Fran Healy, Vocalis Travis. Untuk album Travis sendiri, saya selalu suka album the Boy With No Name.

3. Nah kalau dalam bidang film, saya menyukai Robin Williams, saya berempati atas kehilangan aktor andal sekelas Robin Williams,  Saya menyukai akting Robin Williams melalui film Dead Poet Society, dan Good Will Hunting. Melalui dua film itu saya kemudian menonton Patch Adams, Jumanji, Hook, hingga One Hour Photo. Untuk Robin Williams, sendiri saya hanya bisa temukan aktor sekelas Didi Petet sebagai benchmark sesuai dalam dunia perfilman di Indonesia. Saya merasakan kedua aktor ini memiliki kemiripan.

No comments:

Post a Comment